Lampung Selatan (Medinas Lampung) - Jumlah seluruh koperasi yang ada di Lampung Selatan yang terdata di Diskoperindag dan UKM setempat tercatat sebanyak 433 koperasi. Namun koperasi yang masih aktif hanya berjumlah 192 koperasi.
"Sisanya yang berjumlah 241 koperasi tidak aktif, sebab mereka (koperasi non aktif,_red) terhitung selama satu tahun tidak melaksanakan Rapat Akhir Tahun (RAT) koperasi,” jelas Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Diskoperindag dan UKM) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) R. Sri Hartati, saat menggelar pelatihan dasar perkoperasian kepada pengurus, pengawas dan pengelolaan koperasi se-Lampung Selatan, Kamis (20/11).
Kegiatan pelatihan koperasi ini dilaksanakan di Gedung UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kalianda selama tiga hari, 20-22 November 2014.
Menurut Sri, koperasi yang tidak aktif tersebut sudah dilakukan pembinaan dan dipanggil.
“Tapi kami tidak tahu pembinaan yang kita lakukan tidak pernah digubris oleh pengurus koperasi yang tidak aktif ini," tukasnya.
Di sisi lain, menurut Sri, kegiatan pelatihan dasar ini bertujuan untuk menambah dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) terhadap pengelolaan manajemen koperasi kepada pengurus koperasi aktif di beberapa Kecamatan di Lamsel.
"Tujuannya, dalam rangka meningkatkan pengetahuan SDM bagi pengurus atau pengelola dan pengawas koperasi, terkait pengelolaan atau manajemen koperasi yang mereka kelola," kata dia.
Menurut Sri, pelatihan ini dilakukan dengan pemberian materi sekaligus penjelasan tentang koperasi sesuai standar. Maka dalam hal ini Diskoperindag mendatangkan dari Cooperatif Intitut Lampung (COIN) Provinsi Lampung.
"Intinya, para peserta ini diberi pelatihan pengelolaan koperasi mulai dari tingkat dasarnya hingga seterusnya. Untuk pemberi materi itu dari COIN Provinsi Lampung," jelasnya seraya mengatakan jika Diskoperindag dan UKM hanya sebagai fasilitator saja.
Selanjutnya, kata Sri, dalam pelatihan dasar koperasi ini terdapat 15 koperasi yang mengikuti. Untuk jumlah perorangan yang diharapkan mengikuti kegaiatan ini sebanyak 68 orang, sedangkan yang baru mendaftaf perindividunya sebanyak 48 orang.
"Sebenarnya yang kita inventarisir seharusnya 68 orang, Namun yang baru mendaftar sebagai peserta pelatihan hanya 48 orang dari 15 koperasi yang kita libatkan yakni koperasi Koperasi Kesehatan, Ragom Mufakat, Koperasi Candipuro, Koperasi Wina Dermaga," imbuhnya. (Anwar)
"Tujuannya, dalam rangka meningkatkan pengetahuan SDM bagi pengurus atau pengelola dan pengawas koperasi, terkait pengelolaan atau manajemen koperasi yang mereka kelola," kata dia.
Menurut Sri, pelatihan ini dilakukan dengan pemberian materi sekaligus penjelasan tentang koperasi sesuai standar. Maka dalam hal ini Diskoperindag mendatangkan dari Cooperatif Intitut Lampung (COIN) Provinsi Lampung.
"Intinya, para peserta ini diberi pelatihan pengelolaan koperasi mulai dari tingkat dasarnya hingga seterusnya. Untuk pemberi materi itu dari COIN Provinsi Lampung," jelasnya seraya mengatakan jika Diskoperindag dan UKM hanya sebagai fasilitator saja.
Selanjutnya, kata Sri, dalam pelatihan dasar koperasi ini terdapat 15 koperasi yang mengikuti. Untuk jumlah perorangan yang diharapkan mengikuti kegaiatan ini sebanyak 68 orang, sedangkan yang baru mendaftaf perindividunya sebanyak 48 orang.
"Sebenarnya yang kita inventarisir seharusnya 68 orang, Namun yang baru mendaftar sebagai peserta pelatihan hanya 48 orang dari 15 koperasi yang kita libatkan yakni koperasi Koperasi Kesehatan, Ragom Mufakat, Koperasi Candipuro, Koperasi Wina Dermaga," imbuhnya. (Anwar)


No comments: